1.

Minggu, 05 Mei 2013

BAB II PEMBAHASAN

BAB II

PEMBAHASAN

2.1             Hakikat Membaca

Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tulis yang bersifat reseptif. Karena dengan membaca seseorang akan dapat memperoleh informasi, ilmu pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui bacaan akan memungkinkan orang tersebut mampu memperluas daya pikirnya, mempertajam pandagannya, dan memperluas wawasannya. Dengan demikian kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh siapapun yang ingin maju dan meningkatkan diri. Membaca merupakan salah satu kunci utama untuk memasuki istana ilmu, berperan sebagai landasan yang mantap serta kegiatan yang menyajikan sumber-sumber bahan yang tak pernah kering bagi berbagai aktivitas ekspresif dan produktif dalam kehidupan sehari-hari. (Amir,1996:26).
Pembelajaran membaca mempunyai peranan penting, sebab melalui pembelajaran membaca guru dapat mengembangkan nilai-nilai moral, kemampuan bernalar dan kualitas anak didik. (Akhadiah,1992:29). Membaca bukanlah menyeruakan lambang-lambang tertulis tanpa mempersoalkan rangkaian kata-kata atau kalimat yang dilafalkan tersebut dipahami atau tidak, melainkan lebih dari itu. Tingakatan membaca seperti itu tergolong jenis membaca permulaan. Pembelajaran membaca di kelas I dan kelas II akan menjadi dasar pembelajaran membaca lanjut. Oleh sebab itu pembaca permulaan benar-benar memerlukan perhatian guru supaya dapat memberikan dasar yang kuat, sehingga pada tahap membaca lanjut siswa sudah memiliki kemampuan membaca yang memadai. Di sekolah dasar membaca dan menulis merupakan faktor utama yang perlu dilatih dari dini. Dengan membaca dan menulis kita dapat mengikuti perkembangan pembelajaran di segala bidang, tidak hanya dalam pembelajaran bahasa saja.
Pada hakikatnya aktivitas membaca terdiri dari dua bagian,yaitu membaca sebagai proses dan membaca sebagai produk. Membaca sebagai proses mengacu pada aktivitas fisik dan mental. Sedangkan membaca sebagai produk mengacu pada konsekuensi dari aktivitas yang dilakukan pada saat membaca. Proses membaca sangat kompleks dan rumit karena melibatkan beberapa aktivitas,baik berupa kegiatan fisik maupun kegiatan mental.
Proses membaca terdiri dari beberapa aspek,yaitu :
1.      Aspek sensori, yaitu kemampuan untuk memahami simbol-simbol tertulis,
2.      Aspek perseptual, yaitu kemampuan untuk menginterpresentasikan apa yang dilihat sebagai simbol,
3.      Aspek skemata, yaitu kemampuan menghubungkan informasi tertulis dengan struktur pengetahuan yang telah ada,
4.      Aspek berpikir, yaitu kemampuan membuat inferensi dan evaluasi dari materi yang dipelajari,
5.      Aspek afektif, yaitu aspek yang berkenaan dengan minat pembaca yang berpengaruh terhadap kegiatan membaca.

2.2             Tujuan Membaca

 Tujuan membaca secara umum yaitu mampu membaca dan memahami teks pendek dengan lancar atau bersuara beberapa kalimat sederhana dan mambaca puisi (Depdiknas,2004 : 15 ).
Menurut kurikulum 1994 tujuan membaca yaitu :
a.       Mampu memahami gagasan yang didengar secara langsung atau tidak langsung.
b.      Mampu membaca teks bacaan dan menyimpulkan isinya dengan kata-kata sendiri.
c.       Mampu membaca teks bacaan secara cepat dan mampu mencatat gagasan-gagasan utama (Depdiknas : 1994 : 18 ).
Jadi tujuan akhir membaca intinya adalah memahami ide, kemampuan menangkap makna dalam bacaan secara utuh, baik dalam bentuk teks bebas, narasi, prosa ataupun puisi yang disimpulkan dalam suatu karya tulis maupun tidak tertulis.

2.3             Fungsi Membaca

Kegiatan membaca yang merupakan jantungnya pendidikan memiliki fungsi sebagai berikut:
1.      Fungsi intelektual
Dengan banyak membaca kita dapat meningkatkan kadar intelektualitas, membina daya nalar kita. Contoh: membaca buku-buku pelajaran, karya-karya ilmiah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi,dll. (Amir, 1996:4)
2.      Fungsi pemacu kreatifitas
Hasil membaca kita dapat mendorong, menggerakan diri kita untuk berkarya, didukung oleh keluasan wawasan dan pemilihan kosa kata. Contoh : buku ilmiah, bacaan sastra, dll.
3.      Fungsi praktis
Kegiatan membaca dilaksanakan untuk memperoleh pengetahuan praktis dalam kehidupan, misal : teknik memlihara ikan lele, resep membuat minuman dan makanan, cara merawat tanaman, dll.
4.      Fungsi religious
Membaca dapat digunakan untuk membina dan meningkatkan keimanan, memperluas budi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
5.      Fungsi informatif
Dengan banyak membaca bacaa, informasi lebih cepat kita dapatkan. Contoh : dengan membaca majalah dan Koran dapat kita peroleh berbagai informasi yang sangat penting atau kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari.
6.      Fungsi rekreatif
Membaca digunakan sebagai upaya menghibur hati, mengadakan tamasya yang mengasyikkan. Contoh : bacaan-bacaan ringan, novel-novel, cerita humor, fariabel karya sastra, dll.
7.      Fungsi sosial
Kegiatan membaca mempunyai fungsi social yang tinggi manakala dilaksanakan secara lisan atau nyaring. Dengan demikian kegiatan membaca tersebut langsung dapat dimanfaatkan oleh orang lain mengarahkan sikap berucap, berbuat dan berfikir. Contoh : pembacaan berita, karya sastra, pengumuman, dll.
8.      Fungsi pembunuh sepi
Kegiatan membaca dapat juga dilakukan untuk sekedar merintang-rintang waktu, mengisi waktu luang,. Contoh : membaca majalah, surat kabar, dll. ( Amir, 1996:5)

2.4             Teori Membaca

Membaca adalah salah satu jenis keterampilan berbahasa dan juga suatu proses yang kompleks dan rumit. Membaca yang kompleks dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut:
1.      Internal: tergantung dari SDM/ diri individu
2.      Eksternal: berasal dari motivasi luar. Dan keduanya baik internal maupun eksternal saling berkaitan.
Jenis-jenis membaca yaitu:
1.      Membaca nyaring (oral reading)
Membaca nyaring adalah suatu kegiatan membaca yang merupakan alat bagi pembaca bersama orang lain untuk menangap isi yang berupa informasi, pikiran dan perasaan seorang pengarang. Dengan kata lain, membaca nyaring adalah proses melisankan dengan suara, intonasi, tekananan secara tepat, serta pemahaman makna bacaan oleh pembaca.
Membaca nyaring memiliki beberapa aspek yaitu membaca dengan pikiran dan perasaan pengarang, memerlukan keterampilan menafsirkan lambang-lambang grafis, memerlukan kecepatan pandangan mata, memerlukan keterampilan membaca terutama mengelompokan kata secara tepat.
Keterampilan membaca antara lain:
a.       Penggunaan ucapan yang tepat
b.      Pemenggalan frase yang tepat
c.       Penggunaan lagu kalimat yang tepat
d.      Penguasaan tanda baca yang baik
e.       Penggunaan suara yang jelas
f.       Penggunaan ekspresi yang tepat
g.      Pengaturan kecepatan membaca
h.      Pengaturan ketepatan membaca
i.        Pemahaman bacaan
j.        Kepercayaan diri
Manfaat membaca nyaring antara lain bisa memperoleh kesenangan dan memupuk keyakinan, bisa menanamkan disiplin, bisa memperkaya daya khayal apabila dilakukan dalam membaca fiksi dan bisa mempertinggi pemahaman mengenai makna bacaan.
2.      Membaca dalam hati
Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang hanya menghandalkan kemampuan fisual, pemahaman, serta ingatan dalam menghadapi bacaan tanpa mengeluarkan suara atu menggerak-gerakan bibir.
3.      Membaca skimming
Membaca skimming adalah membaca dengan cepat suatu bahan bacaan untuk memdapatkan kesan awal untuk menentukan suatu informasi yang ada dalam bacaan.
4.      Membaca telaah isi
Membaca telaah isi adalah membaca yang dilakukan untuk menelaah isi bacaan yang bertujuan untuk memperoleh pengertian atau memahami bahan bacaan secara cepat dan tepat.
5.      Membaca kritis
Membaca kritis adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, mendalam, efektif, analisis, dan bukan ingin mencari kesalahan penulis.
Dalam membaca kritis diperlukan kemampuan berfikir bersikap kritis dalam mengolah bahan bacaan. Kemampuan berfikir dan bersikap kritis meliputi:
a. Kemampuan mengingat dan mengenali bahan
b.Kemampuan menginterpretasi makna
c. Kemampuan mengaplikasikan konsep
d.    Kemampuan menganalisis
e. Kemampuan membuat sintesis
f. Kemampuan menilai bacaan
6.      Membaca cepat
Membaca cepat adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara cepat disertai dengan pemahaman terhadap isi bacaan. Kecepatan membaca bisa disebut kemampuan membaca. Kemampuan membaca adalah kecepatan yang dicapai pembaca berdasarkan rumus jumlah banyaknya kata dibagi dengan waktu yang diperlukan dikalikan dengan jumlah detik dalam 1 menit.
7.      Membaca paragraf
Membaca paragraf adalah satuan pengembangan terkecil dari suatu karangan. Dalam paragraf harus mengandung pikiran pokok atau gagasan utama. Kalimat-kalimat yang membentuk satu paragraf dibagi menjadi kalimat topik dan kalimat penjelas. Kalimat topik adalah kalimat yang emngandung pikiran pokok paragraf. Sedangkan kalimat penjelas adalh kalimat yang mengandung isi dari jabaran pikiran pokok tersebut.
8.      Membaca artikel
Membaca artikel dapat berupa opini atau berupa hal yang baru diperbincangkan. Membaca paragraf sama dengan membaca artikel yang menggunakan kegiatan membaca kritis.
9.      Membaca surat kabar
Secara umum isi surat kabar dapat dibagi menjadi :
1)      Berita, ialah  laporan yang benar dan tepat pada waktunya yang berisi tentang pendapa / pikiran baru tentang suatu peristiwa yang terjadi dimasyarakat atau tentang apa saja yang merupakan fakta serta menarik dan perlu bagi pembaca pada umumnya. Ciri berita yaitu faktual,nyata dan objektif.
2)      Opini,ialah hasil analisis dari surat kabar/penulisnya.
3)       Iklan,ialah informasi yang bersifat komersial/ berhubungan dengan uang.
4)       Pemberitahuan,ialah pengumuman tentang suatu peristiwa.
Struktur isi yang paling menarik di surat kabar ialah struktur berita, Karena dalam berita memiliki aspek tertentu yang tidak bisa/ tidak ada dalam karangan–karangan lain.Aspek–aspek pentingnya adalah :
a.       paragraph pendahuluan,dalam berita merupakan bagian terpenting/isi pokok dari berita itu dan paragraf lain menjadi penjelas.Pada umumnya dapat menjawab secara umum pertanyaan 5 W + 1 H.
b.      Isi,seorang pembaca yang baik harus mengetahui tempat isi surat kabar yang dilangganinya.Dan bagian isi ini biasa menjelaskan atau menjadi penjelas.
c.       Penutup,memberikan penyelesaian/ringkasan dari isi.Untuk membaca surat kabar secara efisien dan efektif  pembaca terlebih dahulu perlu mengetahui jenis isi,tanpa itu pembaca tidak akan dapat menentukan informasi fokus dengan tepat,kemudian pembaca harus mengetahui halaman isi.
10.  Membaca fiksi
Membaca fiksi biasa pada karya sastra,seperti cerpen,novel,dan drama.Informasi Fokus dengan mengetahui unsuk intrinsic dan unsure ekstrinsik.Unsur intrinsik:  alur ( plot )– perkenalan – konflik – penyelesaian  penokohan / karakterisasi – fisik – sifat – sikap  seting / latar – tempat – waktu – kejadian  tema / amanat  gaya  sudut pandang unsur Ekstrinsik : • sosial • budaya • pendidikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar