BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Hakikat
Membaca
Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa
tulis yang bersifat reseptif. Karena dengan membaca seseorang akan dapat
memperoleh informasi, ilmu pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman baru. Semua
yang diperoleh melalui bacaan akan memungkinkan orang tersebut mampu memperluas
daya pikirnya, mempertajam pandagannya, dan memperluas wawasannya. Dengan
demikian kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh
siapapun yang ingin maju dan meningkatkan diri. Membaca merupakan salah satu
kunci utama untuk memasuki istana ilmu, berperan sebagai landasan yang mantap
serta kegiatan yang menyajikan sumber-sumber bahan yang tak pernah kering bagi
berbagai aktivitas ekspresif dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.
(Amir,1996:26).
Pembelajaran membaca mempunyai peranan penting, sebab
melalui pembelajaran membaca guru dapat mengembangkan nilai-nilai moral,
kemampuan bernalar dan kualitas anak didik. (Akhadiah,1992:29). Membaca
bukanlah menyeruakan lambang-lambang tertulis tanpa mempersoalkan rangkaian
kata-kata atau kalimat yang dilafalkan tersebut dipahami atau tidak, melainkan
lebih dari itu. Tingakatan membaca seperti itu tergolong jenis membaca
permulaan. Pembelajaran membaca di kelas I dan kelas II akan menjadi dasar
pembelajaran membaca lanjut. Oleh sebab itu pembaca permulaan benar-benar
memerlukan perhatian guru supaya dapat memberikan dasar yang kuat, sehingga
pada tahap membaca lanjut siswa sudah memiliki kemampuan membaca yang memadai.
Di sekolah dasar membaca dan menulis merupakan faktor utama yang perlu dilatih
dari dini. Dengan membaca dan menulis kita dapat mengikuti perkembangan
pembelajaran di segala bidang, tidak hanya dalam pembelajaran bahasa saja.
Pada hakikatnya aktivitas membaca terdiri dari dua
bagian,yaitu membaca sebagai proses dan membaca sebagai produk. Membaca sebagai
proses mengacu pada aktivitas fisik dan mental. Sedangkan membaca sebagai
produk mengacu pada konsekuensi dari aktivitas yang dilakukan pada saat
membaca. Proses membaca sangat kompleks dan rumit karena melibatkan beberapa
aktivitas,baik berupa kegiatan fisik maupun kegiatan mental.
Proses membaca terdiri dari beberapa aspek,yaitu :
1.
Aspek sensori, yaitu
kemampuan untuk memahami simbol-simbol tertulis,
2.
Aspek perseptual, yaitu
kemampuan untuk menginterpresentasikan apa yang dilihat sebagai simbol,
3.
Aspek skemata, yaitu
kemampuan menghubungkan informasi tertulis dengan struktur pengetahuan yang
telah ada,
4.
Aspek berpikir, yaitu
kemampuan membuat inferensi dan evaluasi dari materi yang dipelajari,
5.
Aspek afektif, yaitu
aspek yang berkenaan dengan minat pembaca yang berpengaruh terhadap kegiatan
membaca.
2.2
Tujuan
Membaca
Tujuan membaca secara umum yaitu mampu membaca dan memahami teks pendek
dengan lancar atau bersuara beberapa kalimat sederhana dan mambaca puisi
(Depdiknas,2004 : 15 ).
Menurut kurikulum 1994 tujuan membaca yaitu :
a. Mampu memahami gagasan yang didengar secara langsung atau tidak langsung.
b. Mampu membaca teks bacaan dan menyimpulkan isinya dengan kata-kata sendiri.
c. Mampu membaca teks bacaan secara cepat dan mampu mencatat gagasan-gagasan
utama (Depdiknas : 1994 : 18 ).
Jadi tujuan akhir
membaca intinya adalah memahami ide, kemampuan menangkap makna dalam bacaan
secara utuh, baik dalam bentuk teks bebas, narasi, prosa ataupun puisi yang
disimpulkan dalam suatu karya tulis maupun tidak tertulis.
2.3
Fungsi
Membaca
Kegiatan membaca yang merupakan jantungnya pendidikan
memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi intelektual
Dengan banyak membaca
kita dapat meningkatkan kadar intelektualitas, membina daya nalar kita. Contoh:
membaca buku-buku pelajaran, karya-karya ilmiah, laporan penelitian, skripsi,
tesis, disertasi,dll. (Amir, 1996:4)
2. Fungsi pemacu kreatifitas
Hasil membaca kita
dapat mendorong, menggerakan diri kita untuk berkarya, didukung oleh keluasan
wawasan dan pemilihan kosa kata. Contoh : buku ilmiah, bacaan sastra, dll.
3. Fungsi praktis
Kegiatan membaca
dilaksanakan untuk memperoleh pengetahuan praktis dalam kehidupan, misal :
teknik memlihara ikan lele, resep membuat minuman dan makanan, cara merawat
tanaman, dll.
4. Fungsi religious
Membaca dapat digunakan
untuk membina dan meningkatkan keimanan, memperluas budi, dan mendekatkan diri
kepada Tuhan.
5. Fungsi informatif
Dengan banyak membaca
bacaa, informasi lebih cepat kita dapatkan. Contoh : dengan membaca majalah dan
Koran dapat kita peroleh berbagai informasi yang sangat penting atau kita
perlukan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Fungsi rekreatif
Membaca digunakan
sebagai upaya menghibur hati, mengadakan tamasya yang mengasyikkan. Contoh :
bacaan-bacaan ringan, novel-novel, cerita humor, fariabel karya sastra, dll.
7. Fungsi sosial
Kegiatan membaca
mempunyai fungsi social yang tinggi manakala dilaksanakan secara lisan atau
nyaring. Dengan demikian kegiatan membaca tersebut langsung dapat dimanfaatkan
oleh orang lain mengarahkan sikap berucap, berbuat dan berfikir. Contoh :
pembacaan berita, karya sastra, pengumuman, dll.
8. Fungsi pembunuh sepi
Kegiatan membaca dapat
juga dilakukan untuk sekedar merintang-rintang waktu, mengisi waktu luang,.
Contoh : membaca majalah, surat kabar, dll. ( Amir, 1996:5)
2.4
Teori
Membaca
Membaca adalah salah satu jenis keterampilan
berbahasa dan juga suatu proses yang kompleks dan rumit. Membaca yang kompleks
dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sebagai
berikut:
1. Internal: tergantung dari SDM/ diri individu
2. Eksternal: berasal dari motivasi luar. Dan keduanya baik internal maupun
eksternal saling berkaitan.
Jenis-jenis membaca yaitu:
1. Membaca nyaring (oral reading)
Membaca nyaring adalah suatu kegiatan membaca yang merupakan alat bagi
pembaca bersama orang lain untuk menangap isi yang berupa informasi, pikiran
dan perasaan seorang pengarang. Dengan kata lain, membaca nyaring adalah proses
melisankan dengan suara, intonasi, tekananan secara tepat, serta pemahaman
makna bacaan oleh pembaca.
Membaca nyaring memiliki beberapa aspek yaitu membaca dengan pikiran dan
perasaan pengarang, memerlukan keterampilan menafsirkan lambang-lambang grafis,
memerlukan kecepatan pandangan mata, memerlukan keterampilan membaca terutama
mengelompokan kata secara tepat.
Keterampilan membaca antara lain:
a. Penggunaan ucapan yang tepat
b. Pemenggalan frase yang tepat
c. Penggunaan lagu kalimat yang tepat
d. Penguasaan tanda baca yang baik
e. Penggunaan suara yang jelas
f. Penggunaan ekspresi yang tepat
g. Pengaturan kecepatan membaca
h. Pengaturan ketepatan membaca
i.
Pemahaman bacaan
j.
Kepercayaan diri
Manfaat membaca nyaring
antara lain bisa memperoleh kesenangan dan memupuk keyakinan, bisa menanamkan
disiplin, bisa memperkaya daya khayal apabila dilakukan dalam membaca fiksi dan
bisa mempertinggi pemahaman mengenai makna bacaan.
2. Membaca dalam hati
Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang hanya menghandalkan
kemampuan fisual, pemahaman, serta ingatan dalam menghadapi bacaan tanpa
mengeluarkan suara atu menggerak-gerakan bibir.
3. Membaca skimming
Membaca skimming adalah membaca dengan cepat suatu bahan bacaan untuk
memdapatkan kesan awal untuk menentukan suatu informasi yang ada dalam bacaan.
4. Membaca telaah isi
Membaca telaah isi adalah membaca yang dilakukan untuk menelaah isi bacaan
yang bertujuan untuk memperoleh pengertian atau memahami bahan bacaan secara
cepat dan tepat.
5. Membaca kritis
Membaca kritis adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana,
mendalam, efektif, analisis, dan bukan ingin mencari kesalahan penulis.
Dalam membaca kritis diperlukan kemampuan berfikir bersikap kritis dalam
mengolah bahan bacaan. Kemampuan berfikir dan bersikap kritis meliputi:
a. Kemampuan mengingat dan mengenali bahan
b.Kemampuan menginterpretasi makna
c. Kemampuan mengaplikasikan konsep
d. Kemampuan menganalisis
e. Kemampuan membuat sintesis
f. Kemampuan menilai bacaan
6. Membaca cepat
Membaca cepat adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara cepat disertai
dengan pemahaman terhadap isi bacaan. Kecepatan membaca bisa disebut kemampuan
membaca. Kemampuan membaca adalah kecepatan yang dicapai pembaca berdasarkan
rumus jumlah banyaknya kata dibagi dengan waktu yang diperlukan dikalikan
dengan jumlah detik dalam 1 menit.
7. Membaca paragraf
Membaca paragraf adalah satuan pengembangan terkecil dari suatu karangan.
Dalam paragraf harus mengandung pikiran pokok atau gagasan utama. Kalimat-kalimat
yang membentuk satu paragraf dibagi menjadi kalimat topik dan kalimat penjelas.
Kalimat topik adalah kalimat yang emngandung pikiran pokok paragraf. Sedangkan
kalimat penjelas adalh kalimat yang mengandung isi dari jabaran pikiran pokok tersebut.
8. Membaca artikel
Membaca artikel dapat berupa opini atau berupa hal yang baru
diperbincangkan. Membaca paragraf sama dengan membaca artikel yang menggunakan
kegiatan membaca kritis.
9. Membaca surat kabar
Secara umum isi surat kabar dapat dibagi menjadi :
1)
Berita, ialah laporan yang benar dan tepat pada waktunya
yang berisi tentang pendapa / pikiran baru tentang suatu peristiwa yang terjadi
dimasyarakat atau tentang apa saja yang merupakan fakta serta menarik dan perlu
bagi pembaca pada umumnya. Ciri berita yaitu faktual,nyata dan objektif.
2)
Opini,ialah hasil
analisis dari surat kabar/penulisnya.
3)
Iklan,ialah informasi yang bersifat komersial/
berhubungan dengan uang.
4)
Pemberitahuan,ialah pengumuman tentang suatu
peristiwa.
Struktur isi yang paling menarik di surat kabar ialah struktur berita,
Karena dalam berita memiliki aspek tertentu yang tidak bisa/ tidak ada dalam
karangan–karangan lain.Aspek–aspek pentingnya adalah :
a. paragraph pendahuluan,dalam berita merupakan bagian terpenting/isi pokok
dari berita itu dan paragraf lain menjadi penjelas.Pada umumnya dapat menjawab
secara umum pertanyaan 5 W + 1 H.
b. Isi,seorang pembaca yang baik harus mengetahui tempat isi surat kabar yang
dilangganinya.Dan bagian isi ini biasa menjelaskan atau menjadi penjelas.
c. Penutup,memberikan penyelesaian/ringkasan dari isi.Untuk membaca surat
kabar secara efisien dan efektif pembaca
terlebih dahulu perlu mengetahui jenis isi,tanpa itu pembaca tidak akan dapat
menentukan informasi fokus dengan tepat,kemudian pembaca harus mengetahui
halaman isi.
10. Membaca fiksi
Membaca fiksi biasa pada karya sastra,seperti cerpen,novel,dan
drama.Informasi Fokus dengan mengetahui unsuk intrinsic dan unsure
ekstrinsik.Unsur intrinsik: alur ( plot )– perkenalan – konflik –
penyelesaian penokohan / karakterisasi – fisik – sifat – sikap
seting / latar – tempat – waktu – kejadian tema / amanat gaya
sudut pandang unsur Ekstrinsik : • sosial • budaya • pendidikan.